SEANDAINYA SAJA.COM, Akhir-akhir ini kita lihat dan kita baca di mas media baik cetak maupun televisi banyak saudara-saudara kita yang demo dan demo akan kenaikan BBM pada 1 April mendatang, yang paling gencar dan getol demo tentu saja dari kalangan intelektual muda atau Mahasiswa, LSM, Para Buruh, Karyawan ( yang gajinya pas-pasan, pas dalam segala kebutuhan dan keinginan, pas mau makan ada uang, pas mau beli mobil tinggal ke dealer dan pas-pas yang lain,,,he,,,he,,,he ) Entah itu di Pusat, di Kotamadya, di Kabupaten, di Kecamatan, di Kelurahan bahkan ibu-ibu di RT pun ikut-ikutan demo.
Tuntutan mereka sama dan sudah harga mati “ TOLAK KENAIKAN BBM “ karena akan berdampak pada semua hal, ya angkutan baik umum maupun pribadi, harga bahan pokok, biaya produksi, biaya beli rokok ( makanya berhenti merokok ), biaya beli pakan ayam sabungan,biaya makan kelinci, dan banyak biaya-biaya yang tak terduga dan lain sebagainya.( kalau diurut akan menghabiskan tiga hari tiga malam nulisnya,,,he,,,he,,,he )
Karena cuma alasan memberatkan APBN maka sudsidi yang ada harus dikurangi dan direvisi, tapi apakah Cuma itu alasannya apa gak ada yang lain, misalnya, misal nich ya, kalau kita lihat dijalan-jalan yang selama ini ada SPBU milik tetangga sebelah yang buka sekarang ada sebagian yang sudah di pagari seng alias tutup, mungkin,,, ini mungkin ya,,, kalah bersaing dengan Premium kita yang masih Rp 4,500,- per liternya sedangkan harga mereka dua kali lipatnya. Atau karena ada alasan lain, kalau kita tanya dengan abang kita dari Medan pasti dijawab “ Mana Aku tau bah,,,,,,, “
Dari tahun ketahun dan dari beberapa kali Pemerintah menaikkan harga BBM dan TDL ramai protesnya sebelum kenaikan saja nanti coba kita lihat seminggu atau sebulan berjalan pasti adem lagi, begitu seterusnya. Bagi yang sering ikut demo bayaran saat ini kesempatan dapat penghasilan tambahan dan nasi bungkus tentunya,,,hidup pendemo,,,hidup pendemo,,,hidup pendemo.
Saya bukannya suka dengan kenaikan BBM, tapi kalau itu untuk peningkatan dan perbaikan ekonomi atau peningkatan GPT, mbok ya ayo kita dukung. Yang intelektual muda kasih masukan dan coba mengadakan riset untuk bahan bakar pengganti, misalnya Bio Diesel, Bio etanol yang bahan bakunya melimpah dan murah, ( kemaren-kemaren ramai-ramai nich bicara bahan bakar pengganti, tapi sekarang agak adem, sama seperti pendemo diatas ), bukankah ditanah air kita ini apapun yang kita tanam tumbuh dan subur jadi apa yang kurang. Saya pun saat ini lagi belajar nyuling etanol minimal untuk bahan bakar motor sendiri itupun kalau sukses, kalau gagal, ya belajar lagi dan lagi.
Bicara apa yang kurang, yang pertama adalah minat dan keinginan yang kurang kuat, yang kedua adalah ilmu yang masih kurang ( ditambah malas baca dan belajar ya tambah parah kurangnya ), yang ketiga adalah pendanaan ( kalau yang ini minta sama bank sami’un ) ,,,,,bersambung






0 comments:
Post a Comment